Quantum Learning (Lanjutan) - Edukasi Penuh Warna

Sabtu, 28 April 2018

Quantum Learning (Lanjutan)

Assalamualaikum w. w. Sahabat Mas Sam. setelah dua tahun terakhir membahas terkait Quantum Learning yang sempat terkendala oleh aktifitas, maka pada kali ini, kita membahas kembali terkait pembahasan yang sempat tertunda oleh banyak aktifitas dan kesibukan. Mohon maaf ya sahabat Mas Sam

Apa sih Quantum Learning Itu?
Mungkin sebagian kita sudah tau apa itu Quantum learning, tapi mari saya berikan pengertian singkat terkait apa itu Qurantum learning. Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning ini berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apapun memberikan sugesti positif atau negatif.
Pencetus terbentuknya konsep Quantum Learning adalah Bobbi DePorter. Sejak tahun 1982 Bobbi mematangkan dan mengembangkan gagasan Quantum Learning di SuperCamp. Dengan dibantu oleh teman-temannya, terutama Eric Jansen, Greg Simmons, Mike Hernacki, Mark Reardon dan Sarah Singer Nouric, DePorter secara terprogram dan terencana mengujicoba gagasan-gagasan Quantum Learning kepada para remaja di SuperCamp salama tahuan awal 1980-an.  Bobbi menjelaskan bahwa metode ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian terhadap 2.500 siswa dan sinergi pendapat ratusan guru di SupeCamp. Prinsip-prinsip dan metode-metode Quantum Learning ini dibentuk di SuperCamp. 
Pada tahap awal perkembangannya, Quantum Learning dimaksudkan untuk membantu meningkatkan  keberhasilan hidup dan karier para remaja dirumah tetapi lama kelamaan orang menginginkan DePorter untuk mengadakan program-program Quantum Learning bagi orang tua siswa. Hal ini menunjukkan bahwa falsafah dan metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah.

Tujuan dari Quantum Learning? 
Tujuan utama dalam konsep Quantum learning adalah sebagai berikut:
  • Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif
  • Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan
  • Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak
  • Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir
  • Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
Yang inti dari tujuan diatas adalah membantu mensukseskan siswa dalam belajar dan mencapai tujuan yang mereka harapkan.

Mengapa harus konsep Quantum Learning?
Jika terkait pertanyaan ini, maka tidak terlepas dari keunggulan dan kelemahan dari konsep ini. diantaranya yaitu:
Keunggulan:
  1. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
  2. Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
  3. Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
  4. Pembelajaran kuantum lebih konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis.
  5. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
  6. Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
  7. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
  8. Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
  9. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan ketrampilan akademis, ketrampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
  10. Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
  11. Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
  12. Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

7 keberhasila keunggulan quantum learning :
  1. Integritas: Bersikaplah jujur, tulus dan menyeluruh. Selaraskan dengan nilai-nilai yang ada pada diri kita.
  2. Kegagalan awal kesuksesan: Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang anda butuhkan untuk sukses.
  3. Bicaralah dengan niatan baik: Berbicaralah dengan pengertian positif dan bertanggungjawablah untuk berkomunikasi yang jujur dan lurus.
  4. Komitmen: Penuhilah janji dan kewajiban, laksanakan visi dan lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
  5. Tanggungjawab: Bertanggungjawablah atas tindakan anda.
  6. Sikap fleksibel: Bersikap terbuka terhadap perubahan baru yang dapat membantu kita memperoleh hasil yang kita inginkan.
  7. Keseimbangan: Jaga keselarasan pikiran, tubuh dan jiwa. Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara ketiganya.
Kekurangan:
  1. Membutuhkan pengalaman yang nyata
  2. Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
  3. Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa


Apa saja model pembelajaran Quantum Learning?

  • Peta konsep
Peta konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep disini lebih menunjukkan pada keuangan ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu teknik belajar efektif. Peta konsep berupa ide pemikiran yang di tuangkan dalam bentuk gambaran atau grafik. Menurut Nacy Murgilulier yang dikutip Rose dan Nicholl sebelum belajar kita memvisualisasikan  gambar dengan pikiran kita dan mengkaitkannya dengan konsep-konsep.
Langkah-langkah Model Peta Konsep :
a). Mulai degan topik di tengah halaman : Tulislah gagasan uatama di tengah-tengah halaman kerertas dan lingkupilah dengan segitiga atau bentuk-bentuk lain ,sehingga kita  terdorong untuk mendefinisikan gagasan inti subjek yang dipelajari sebagai titik awal yang efektif.
b). Buat cabang-cabangnya: Tambahkan cabang keluar untuk setiap poin atas gagasan utama antrara lima atau tuju cabang jangan terlalu banyak.
c). Gunakan kata-kata kunci: Kata kunci adalah kata yang menyampaikan isi sebuah gagasan dan memudahkan memicu ingatan kita. MIsal: Tambahkan symbol-simbol dan ilustrasi mendapatkan ingatan yang lebih baik, Gunakan huruf kapital, Tulis gagasan penting dengan huruf yang lebih besar, Hidupkanlah peta pikiran anda dengan hal-hal yang menarik, Garis bawahi kata-kata itu \gunakan huruf miring  atau tebal dan yang tidak kalah penting harus bersiap untuk kreatif dan berani.
d). Lakukan sendiri dan jangan takut salah atau jelek, gunakan sebanyak mungkin ganbar yang memang membantu pemahaman anda sendiri, Gunakan bentuk-bentuki acak untuk gagasan sendiri, Buatlah peta konsep secara horizontal,agar dapat ruang bagi gagasan anda.

Cara membelajarkan peta konsep dan secara klasikal:
Cara pembelajaran degan konsep ini  perlu di sajikan dengan metode tugas kerja  kelompok. Contoh langkah –langkahnya  adalah sebagai berikut:
a). Guru melakukan apresiasi dengan pertanyaan pada materi model-model pembelajaran
b). Gunakan pertanyaan tentang dimensi-dimensi atau cakupan materi dari model-model pembelajaran
c). Sambil bertanya guru mencoba mentranfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep
d). Perbaiki peta konsep yang belum terstuktur
e). Setelah gambar peta jadi da papan tulis , guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi yang ada
f). Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok,ke mudian siwa kerja kelompok untuk menbuat peta konsep  . untuk itu di berikan batas waktu misalnya 10-15 menit.Jika siswa sudah terbiasa mambuat peta konsep  siswa sudah dapat ditugaskan ecara individu atau kompok kecil per dua orang
g). Selama siswa menyusun peta konsep guru keliling untuk memberikan penjelasan kjika ada kelompok yang bertanya
h). Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep pengelompoan dan atributnya
i). Setelah selesai wakil-wakil kelompok disuruh maju untuk mempresentasikan .Sementara kelompok lain diberikan kesempatan untuk menanggapi dan masukan
j). Jika diperlukan guru memberikan penjelasan kepada materi yang belum dapat dipahami siswa
k). Berikan masikan terhadap hasil pekerjakan siswa
l). Lakuklan postest tentang konsep yang diluasai
m). Berikan siswa untuk memberikan masukan terhadap cara pembelajaran guru sebagai evaluasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya

  • Teknik Memori
Yaitu teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dengan cara kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Daya ingat kita dapat ditingkatkan dan menurut Gunawan (2004) otak suka dengan hal yang bersifat:

  • Ekstem berlebihan/tidak masuk akal
  • Penuh warna
  • Multi sensor
  • Lucu
  • Melibatkan emosi
  • Melibatkan irama atau musik
  • Tindakan aktif
  • Gambar tiga domensi dan hidup/aktif
  • Menggunakan asosiasi
  • Imajinasi
  • Humor
  • Simbol
  • Nomor dan urutan
Teknik memori memiliki hambatan yaitu orang tua atau guru menganggap konyol jika kita berfikir tidak masuk akal. Namun cara ini sangat efektif karena otak kita menyimpan gambar dan makna.
1). Melatih Imajinasi
Sekarang coba anda melakukan satu hal. Sambil menutup mata, coba bayangkan dalam pikiran anda hal-hal berikut ini:

  • Bayangkan sebuah baju kaos tanpa kerah, herwarna merah, mempunyai satu saku di bagian tengah.
  • Sekarang bayangkan baju kaos ini membesar sampai 5 kali dari ukuran semula.
  • Bayangkan baju kaos ini mempunyai kepala, kaki dan tangan.
  • Bayangkan baju kaos ini mengajak anda berbicara, berkenalan dengan anda.
  • Bayangkan anda mendengar baju kaos itu berkata, “Hi… Bu guru apa kabar hari ini? Senang berkenalan dengan anda. Siapa nama anda?” apa anda hari ini senang mengikuti PLPG? Seriuskah anda? Mengapa anda ngantuk seperti muridmu? Apa anda ndak malu dengan pengajarnya kalau ngantuk? Kalau ngantuk makan dulu saja.
Jika kita dapat melatih imajinasi berarti otak kanan kita aktif dengan baik. Untuk mencapai hasil maksimal kita perlu memberdayakan dan menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan.

2)  Teknik Rantai Kata
Teknik ini menggunakan cara menyambung atau merantai kata menjadi cerita yang mudah kita hafalkan. Syarat yang harus dilakukan dalam membuat ceita pendek ada pada 14 poin yang tersebut sebelumnya dan ada pula syarat tambahan yaitu:

  • Buatlah cerita yang berisi aksi atau tindakan
  • Hindari perubahan bentuk karena akan mengacaukan urutan kata yang dihafal dan kurang menarik bagi otak.
  • Jangan menambah objek lain.
  • Buat cerita yang sependek mungkin karena akan semakin baik dan efektif.
  • Bayangkan gambar dari objek cerita
Teknik ini  adalah melatih merangkai membuat kalimat/cerita dari kata-kata yang sudah ada.
Contoh :
a)      Semesta
b)      Variabel
c)      Konstanta
d)      Fungsi
e)      Persamaan

3) Teknik Plesetan Kata
Teknik plesetan kata yaitu menggantikan kata sulit yang ingin kita hafal dengan kata lain yang bunyinya mirip atau lucu.

4).   Sistem Pasak Lokasi
Sistem pasak lokasi yaitu teknik mengakses dan mengaktifkan memori semantik dan episodik. Saat kita berusaha menghafal, kita mengaktifkan memori semantik. Informasi yang kita dapat kemudian dicantolkan pada lokasi yang berarti mengaktifkan memori episodik. Dalam memilih lokasi sefarusnya lokasinya sudah kita kenal agar kiya tidak salah mengingat apa yang masuk dalam memasukkan memori. Jumlah lokasi tergantung pada kata yang ingin dihafal. Untuk menentukan kekuatan informasi pada memori tergantung pada dua hal yaitu:

  • Seberapa baik kita menentukan alur lokasi (harus urut)
  • Seberapa baik visualisasi yang dilakukan
Misalnya anda diminta untuk menghapal cerita  nama hewan yang dilindungi di Indonesia seperti di bawah ini
a)      Bangau Hitam
b)      Biawak Pohon
c)      Burung Udang
d)      Harimau Sumatra
e)      Monyet Hitam
f)      Kakak Tua Raja
g)      Orang Hutan Kalimatan
h)      Jalak putih

Karena ada delapan data, maka kita membutuhkan delapan lokasi Kita ambil rumah anda sebagai contoh. Sekarang kita tentukan lokasinya.
a)      Jalan di depan rumah anda
b)      Pintu pagar rumah anda
c)      Halaman depan rumah
d)      Pintu masuk utama
e)      Ruang tamu
f)      Tembok di ruang tamu
g)      Ruang keluarga
h)      Lemari es (yang ada di ruang makan)

Untuk itu anda harus melakukan atau membayangkan hal berikut ini sewaktu anda pulang ke rumah. Dalam proses anda masuk ke rumah, anda melihat hal berikut ini :

  • Bayangkan ada seekor bangau hitam yang berdiri di jalan di depan rumah anda.
  • Pada pintu pagar rumah anda ada seekor biawak yang menggigit sebatang pohon (biawak pohon).
  • Dihalaman didepan rumah anda hinggap seekor burung yang membawa udang diparuhnya (burung udang)
  • Saat mau mau masuk ke rumah, pintu dijaga  oleh seekor harimau Sumatra yang sedang mengaum
5)  Teknik Akrostik (Jembatan Keledai)
Teknik akrostik adalah teknik menghafal dengan mengambil huruf depan dari materi yang ingin diingat dan kemudian digabungkan hingga menjadi singkatan atau kata/kalimat lucu.
Contoh:
Mejikuhibiniu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu),
Hari libur naik kuda, rabu kamis free (singkatan dari unsur kimia golongan IA: H, Li, Natrium, K, Cs, Fr)
Cewek sinting genit senang plembungan (singkatan dari unsur kimia golongan IV A: C, Si, Gn, Sn, Pb)

Apa kerangka rancangan Quantum Learning?
  • Tumbuhkan: Tumbuhkan minat, motivasi, empati, simpati dan harga diri dengan memuaskan “Apakah Manfaat BagiKU” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan siswa.
  • Alami: Hadirkan pengalaman umum yang dapat di mengerti dan dipahami semua pelajar.
  • Namai: Sediakan kata kunci, konsep,model, rumus, strategi sebuah masukan.
  • Demonstrasikan: Sediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu dan ingat setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Ulangi: Tunjukkan siswa cara-cara mengulang materi dan menegaskan “Aku tahu dan memang tahu ini”. Sekaligus berikan kesimpulan.
  • Rayakan: Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan ketrampilan dan ilmu pengetahuan.
Kesimpulan:
Quantum learning merupakan orkestra dari berbagai interaksi yang ada di dalam dan disekitar aktivitas belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bemanfaat bagi dirinya dan orang sekitarnya.
Orkestra merupakan kolaborasi berbagai interaksi belajar yang terdiri dari konteks maupun kontens.
Konteksnya meliputi :

  • Suasana pembelajaran
  • Landasan/kerangka kerja
  • Lingkungan pembelajaran
  • Perancangan pembelajaran yang dinamis
  • Sedangkan kontensnya meliputi :
  • Cara penyampaian materi
  • Pemberdayaan fasilitas
  • Ketrampilan hidup
Oke, saya sudah paham, sekarang bagaimana contoh skenario model Quantum Learning?
Kegiatan pendahuluan :
  • Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi model-model pembelajaran
  • Memberi pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi dari model-model pembelajaran
Kegiatan inti :

  • Mentraasfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep
  • Memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstuktur
  • Setelah peta konsep jadi, membeti tugas kepada siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi
  • Menjadi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep
  • Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya selama siswa menyusun peta konsep
  • Wakil-wakil kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sementara itu kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan
  • Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa
Kegiatan Penutup :

  • Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa
  • Postest
  • Memberi kesempatan siswa untuk memberi masukan tentang cara pmbelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Demikian share informasi dari Mas Sams, semoga menambah wawasan kita semuanya.
Comments


EmoticonEmoticon

Ads 970x90